Langsung ke konten utama

Sains & Teknologi Karena IPAD, iPad Terancam Diblokir di China


Perusahaan China, Proview, masih mempermasalahkan nama yang serupa produk mereka, IPAD.

RABU, 15 FEBRUARI 2012, 11:43 WIB
Bayu Galih, Amal Nur Ngazis
VIVAnews - Sebuah perusahaan China meminta petugas bea cukai setempat untuk memblokir pengiriman iPad, baik ke dalam maupun keluar Negeri Tirai Bambu. Ini menyusul perselisihan panjang antara Apple dengan perusahaan elektronik lokal China, Proview, terkait hak kepemilikan nama iPad.

Tahun lalu, Proview memenangkan keputusan sementara di pengadilan China. Tapi Apple segera mengajukan keberatan.

Proview saat ini sedang menghubungi petugas berwenang di seluruh Cina untuk memblokir penjualan iPad.

“Kami saat ini meminta Bea Cukai Cina untuk melarang dan menyita semua produk impor dan ekspor iPad yang telah melanggar merk dagang kami,” kata pengacara Proview, Xie Xianghui. "Kami belum meminta kompensasi atas kerugian ini. Kami akan mencari cara untuk itu."

Xie mengatakan pekan lalu bahwa sebuah pengadilan di Beijing telah menjatuhkan denda 240 juta yuan atau sekitar US$38 juta kepada Apple atas pelanggaran yang mereka tuduhkan. Sebuah pengadilan Shanghai juga akan menyidangkan gugatan serupa pada akhir bulan ini.

Media lokal mengatakan beberapa lusin iPad telah diambil dari rak-rak toko di Shijiazhuang, Beijing Selatan. Dalam sebuah pernyataannya, Apple mengatakan bahwa pihaknya telah membeli hak Proview di seluruh dunia untuk merek dagang iPad di 10 negara berbeda dalam beberapa tahun yang lalu.

“Proview menolak untuk menghormati persetujuan dengan Apple di China dan pengadilan Hongkong berpihak pada Apple dalam keputusan ini. Kasus ini masih disidangkan di China,” katanya.

Saat perselisihan ini masih berlanjut, Apple tetap akan mengumumkan peluncuran versi iPad teranyar pada Maret nanti.

Tapi ancaman larangan ekspor ke China dinilai lebih merisaukan Apple. Sebab, China merupakan pasar elektronik yang besar. Selain itu, iPad terbaru ini secara luas diyakini diproduksi oleh Foxconn dan Pegatron di daratan China.
Apple dikabarkan telah membeli merek dagang IPAD dari Proview Techology pada tahun 2006. Ketika itu, Proview dikabarkan telah mendaftarkan merek dagangnya, antara lain di Uni Eropa, Cina, Meksiko, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, Thailand, dan Vietnam.

Proview disebutkan telah setuju menjual merek IPAD senilai 35 ribu pound sterling. Tapi, menurut Proview, kesepakatan ini tidak berlaku di China. (Sumber: BBC, Apple Insider | kd)

• VIVAnews 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Smartbook, Harga Lebih Murah Daripada Netbook

Dalam konferensi investor yang digelar Jumat (30/10) kemarin yang diselenggarakan di Taipei, boss ASUS, Jerry Shen, telah mengkonfirmasi bahwa sebuah device Smartbook akan diluncurkan di kuarter pertama 2010, dengan harga yang cukup murah yakni NTD6000 (USD184).  Shen mengatakan bahwa kategori Smartbook memiliki potensi pertumbuhan dan volume yang tinggi, dan inilah yang menjadi alasan ASUS untuk membuat Smartbook sebagai ‘senjata rahasia’, selain Eee PC. Shen menambahkan ketika berbicara dalam konferensi, bahwa pihaknya belum melihat market dari Smartbook. Shen menekankan bahwa inovasi, harga dan kecepatan yang kompetitif dari ASUS akan menjadi kunci yang akan diterima di banyak manufaktur dunia. Smartbook, eBook, ataupun product tablet telah menjadi subject inovasi internal dan brainstorming commitee yang akan dijalankan mulai 6 bulan ke depan dengan arah dan tujuan untuk menampilkan device Smartbook dalam event CeBIT dan Computex 2010. ASUS Smartbook ini dilengkapi dengan...

Berlian Akan Jadi Mas Kawin Nia Ramadhani

Jakarta Rencana pernikahan Nia ramadhani dengan anak pengusaha Aburizal Bakrie, Ardhie Bakrie sudah hampir matang. Berlian pun akan diberikan kepada Nia sebagai mas kawin. Wow! Ardhie tak tinci menjelaskan berapa nominal batu mulia itu. Namun kalung berlian akan bertengger di leher Nia saat dirinya menikah pada April 2010 mendatang. "Alhamdulillah saya sangat bahagia. Mas kawinya nanti kalung dan giwang berlian," kata Ardhie saat ditemui di kediaman ayah Nia di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2009) malam. Sama halnya dengan komentar keluarga Nia Ramadhani soal pernikahan yang terkesan mendadak. Kata Ardhie, rencana dirinya untuk menikahi Nia sudah direncanakan sejak lama. "Sudah matang," tegasnya. Ardhie meminta doa agar pernikahanya dengan bintang 'Suster Ngesot' itu bisa lancar. "Insya Allah Nia yang terbaik untuk saya," kata Ardhie. (ebi/ebi)

Kesultanan Samudra Pasai

Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 - 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 2...