Langsung ke konten utama

Kekerdilan Politik Hukum

Cerita tentang hukum selalu menjadi rumit, sering tak ternalar, terutama ketika para pemimpin politik tak menghiasi kuasa mereka dengan hati dan penekanan mutu etik hukum (legal ethics constraint).

Keharusan untuk menghiasi kuasa dengan etika karena dalam hakikatnya cerita tentang hukum adalah cerita tentang budi mulia para pemimpin politik dan hukum. Bukan yang lain, apalagi hal-hal yang praktis, kecuali mau bicara mengenai gejala-gejalanya saja.

Haluan keyakinan para pemimpin politik, itulah jantung kehidupan hukum. Sedikit saja haluan itu dipengaruhi oleh orientasi untung dan rugi, kepentingan kelompok dan golongan, selesailah dunia hukum. Celakanya, seperti diakui Roman Tomasik (1981), hal-hal seperti itu ada dalam dunia hukum nyata walaupun diakui juga bahwa hal itu bersifat unintended consequences.

Rapuh

Hukum memang menyatakan eksistensinya sendiri, tetapi hukum tidak menyatakan kebutuhannya sendiri. Ia ditentukan oleh kombinasi persepsi orang kebanyakan dengan haluan politik para bos-bos politik.Kebutuhan hukum yang tepersepsikan sebagai refleksi harapan bangsa untuk hidup teratur secara beradab, sejatinya adalah haluan politik bos-bos politik dan ekonomi.

Hukum, dalam konteks seperti itu selalu dapat berubah menjadi sebuah gejala personal dan akan meninggalkan watak dasarnya sebagai gejala impersonal. Akibatnya orisinalitas makna teks dan keberlakuan norma ditentukan sepenuhnya oleh haluan tafsir penguasa. Penguasa -politik dan ekonomi- menjadi aktor di luar dan berada di atas hukum yang untouchable, persis praktik politik Romawi kuno.

Dalam wataknya yang tidak lagi impersonal, UU tidak dapat saja menggigit siapa saja dengan mudah. Hukum akhirnya memiliki mata, dengan hati yang hitam; akar tebang pilih. Kredo hukum pun berubah. Hukum tidak lagi menjadi benteng kokoh bagi orang banyak, melainkan menjadi alat pengeruk keuntungan dan distribusi kerugian kepada mereka yang papah secara politik dan ekonomi.

Persis seperti kredo berhukum di masa Yunani kuno, yang terjiplak relatif utuh pada masa Orba. Tetapi sesudah Orba dunia politik dan hukum kita juga menarik. Kerapuhan politik hukum ini terwarnai dengan tak kunjung tuntasnya penyelesaian RUU Komisi Yudisial. Juga RUU Pengadilan Tipikor.

Mungkin RUU yang disebut terakhir dapat disahkan pada waktu dekat. Tetapi memproses dua RUU sesederhana itu dalam waktu demikian lama, bisa ditandai sebagai cermin rapuhnya politik hukum. Korupsi BLBI juga tertelan rimba raya politik hukum hitam, begitu juga cessie Bank Bali.

Lalu ada korupsi alat-alat kesehatan yang baru terbongkar pada saat ini,dan korupsi pemadam kebakaran yang tak menentu arah penanganannya. Kini ada korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT), dan suap-menyuap dalam pengangkatan Gubernur Senior BI, yang penanganannya pun menjengkelkan.

Lalu KPK dihantam badai bernuansa pembubaran, setidaknya pelemahan. Sementara Mabes Polri terlihat biasa-biasa saja dalam cerita berburu korupsi, begitu juga Kejaksaan Agung. Kini kasus Bank Century naik ke permukaan.

Sedikit demi sedikit berhembus angin mirip BLBI masa lalu. Perlahan-lahan mulai terasa adanya rona mafioso. Masalahnya akankah kasus ini berakhir persis seperti BLBI? Pemimpin politiklah yang bisa menjawabnya. Yang lain minggir. Petiklah pelajaran BLBI, serta cessie Bank Bali.

Pelajaran

Konghucu yang ajaran-ajarannya begitu melegenda menunjuk pemimpin sebagai kunci sukses atau kebangkrutan politik penegakan hukum, termasuk pemberantasan korupsi di suatu negara. Katanya, pemerintahan itu berakar pada manusia, bertumpu pada seseorang, dan orang menjangkau orang lain melalui dirinya sendiri.

Puluhan abad kemudian, Thomas Woodrow Wilson, yang sering disapa dengan Tommy, bekas Gubernur New Jersey sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat ke-28, melukiskan hal yang mirip dengannya. Katanya sehebat apapun sebuah sistem pemerintahan yang didesain untuk mencegah penyalahgunaan kewenangan, diperlukan seseorang yang bertindak sebagai pengawas, dan menjaga serta memberi spirit agar sistem tersebut berfungsi sebagaimana seharusnya (Shed Husen Alatas, 1987).

Hanya pemimpin yang mutu etisnya sekaliber itu yang akan tahu hakikat tindakannya. Pemimpin yang bermutu etik sekelas itu pasti mengetahui bahwa sikapnya, apakah mematikan atau menghidupkan, katakanlah hukum dan semangat pemberantasan korupsi. Pemimpin politik berkaliber itulah yang tahu bahwa pemberantasan korupsi mensyaratkan dukungan tanpa syarat, sedikit pun, dari dirinya kepada para aparatur hukum bawahannya.

Sedikit saja para politisi memperlihatkan gelagat setengah hati dalam mendayung politik penegakan hukum, maka hitamlah politik hukum bangsa itu dan suburlah korupsi di negeri itu. Sebab di tengah rapuhnya tatanan etika berbangsa dan berhukum, gelagat seperti itu dapat dibaca oleh penegak hukum sebagai pesan untuk mundur dari gelanggang pertempuran penegakan hukum, termasuk pertempuran melawan korupsi.

Selagi mutu etis para politisi masih bertakaran feodal, selama itu pula politik pengerdilan hukum eksis. Apalagi kalau mesin politiknya beroperasi dengan biaya ekstra. Selama semuanya begitu, selama itu pula tidak akan muncul kehidupan hukum yang berbudi. Selama semuanya begitu maka dunia hukum menjadi pabrik penghasil keuntungan; politik dan ekonomi paling hebat.

Hukum akan menjadi kerdil, sekerdil-kerdilnya. Sejarah Romawi, Yunani dan China kuno telah membuktikannya; hukum kerdil adalah hukumnya para pemegang kuasa yang tak mengenal etika. Hukum kerdil tak pernah bisa menjadi sarana menciptakan ketahanan bangsa yang kokoh berdasarkan keadilan. Tak bisa pula menjadi penopang usaha menciptakan lingkungan sosial dan ekonomi yang sehat.(*)

Margarito Kamis
Doktor Hukum Tata Negara

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Smartbook, Harga Lebih Murah Daripada Netbook

Dalam konferensi investor yang digelar Jumat (30/10) kemarin yang diselenggarakan di Taipei, boss ASUS, Jerry Shen, telah mengkonfirmasi bahwa sebuah device Smartbook akan diluncurkan di kuarter pertama 2010, dengan harga yang cukup murah yakni NTD6000 (USD184).  Shen mengatakan bahwa kategori Smartbook memiliki potensi pertumbuhan dan volume yang tinggi, dan inilah yang menjadi alasan ASUS untuk membuat Smartbook sebagai ‘senjata rahasia’, selain Eee PC. Shen menambahkan ketika berbicara dalam konferensi, bahwa pihaknya belum melihat market dari Smartbook. Shen menekankan bahwa inovasi, harga dan kecepatan yang kompetitif dari ASUS akan menjadi kunci yang akan diterima di banyak manufaktur dunia. Smartbook, eBook, ataupun product tablet telah menjadi subject inovasi internal dan brainstorming commitee yang akan dijalankan mulai 6 bulan ke depan dengan arah dan tujuan untuk menampilkan device Smartbook dalam event CeBIT dan Computex 2010. ASUS Smartbook ini dilengkapi dengan...

2012-film..............

Home Cerita Tentangku Kiamat Tahun 2012 Disebabkan Oleh Badai Matahari ?!? Jumat, 9 Januari 2009 Ramalan Kiamat Tahun 2012 Fenomena badai matahari dikaitkan dengan ramalan-ramalan tentang kiamat yang terjadi di tahun 2012, salah satu ramalan yang terkenal yaitu ramalan Suku Maya “”the return of Quetzacoatl”, yang menggambarkan bahwa akan terjadi kerusakan hebat di muka bumi akibat penyelerasan galaksi, dimana bumi, matahari, dan pusat bimasakti berada dalam posisi segaris. Hari itu tepatnya terjadi pada tanggal 21 Desember 2012, dalam siklus 3600 tahunan yang merupakan akhir dari perjalanan tersebut. Terburuk dari Mimpi Buruk Sekalipun Bahkan di salah satu artikel di internet membahas dampak yang mengerikan dari “kejadian yang sangat-sangat buruk bahkan dari mimpi buruk sekalipun”, yaitu gangguan yang berasal dari badai matahari ini begitu dahsyat, dan dapat merubah gerakan poros kutub-kutub magnet bumi, sehingga ...

Pacarku Anak Mama, Gimana Dong?

Tanya: Saya ingin bertanya, jika kita pacaran dengan orang yang belum mandiri dan masih di bawah pengawasan ibunya, kita sebagai cewek harus gimana? Setiap saya ajak si dia keluar atau pun nginap di rumah saya, dia selalu berkata saya tanya mama dulu? Dia sudah berumur 25 tahun. Apakah saya dan dia harus mencari pasangan lain? Sedangkan saya sangat sayang sama dia. Kita udah pacaran 1 tahun 4 bulan. Hennie, 21 tahun Jawab: Dear Hennie, sebenarnya Anda memiliki kekasih yang sangat langka. Ia terlihat sangat mencintai orang tuanya. Bayangkan jika ia menikah dengan Anda dan bersikap demikian terhadap Anda. Bukankah sebagai istri Anda akan senang punya suami yang tidak macam-macam dan selalu menjaga perasaan. Mungkin Anda harus menjelaskan perasaan Anda terhadapnya. Coba cari jalan keluar. Tidak dengan berpisah. Bukankah perpacaran adalah waktu untuk saling memahami dua individu yang berbeda. Melihat usia berpacaran Anda terbilang lama, pasti Anda berdua punya cara untuk mengatasi...