Langsung ke konten utama

Pangeran Charles Doyan "Ngutang"

Kamis, 10 Desember 2009 | 13:32 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Pangeran Charles meminjam hampir 3.000 poundsterling dari petugas pelindungnya setelah keluarga kerajaan Inggris itu mengetahui bahwa ia kehabisan uang dan harus membayar "biaya perjalanan". Demikian satu laporan pada Rabu (9/12/2009).
   
Pewaris takhta tersebut membayar kembali utangnya sebesar 2.744,34 poundsterling (4.461 dollar AS) kepada petugas polisi itu setelah mereka mengumpulkan uang yang mulanya disiapkan untuk biaya penerbangan ke luar negeri. Demikian dikatakan harian Independen.
   
Menurut surat kabar—yang mengutip satu dokumen—uang itu dibayarkan kembali oleh Clarence House pada Desember 2007 dan Scotland Yard menguangkan cek tersebut beberapa hari kemudian.
   
Bulan sebelumnya, Pangeran Charles dan istrinya, Camilla, Duchess of Cornwall, mengunjungi Turki dan Uganda.
   
Juru bicara bagi Scotland Yard mengatakan bahwa para petugas kadang kala memang meminjamkan uang kepada orang-orang penting yang mereka lindungi, kendati perempuan juru bicara tersebut tak mengonfirmasi peristiwa yang terjadi pada 2007 itu. "Kadang kala, dan jika keperluan muncul, petugas perlindungan akan menyediakan biaya atas nama orang yang mereka lindungi. Belakangan, uang tersebut dibayar kembali," kata juru bicara itu kepada surat kabar tersebut.
   
Juru bicara sang pangeran tak bersedia mengomentari masalah itu.
   
Ken Wharfe, mantan petugas perlindungan untuk Putri Diana, mengatakan bahwa itu sudah biasa antara dia dan mantan rekannya, dan tak "perlu ditakutkan". "Sangat jarang bagi anggota Keluarga Kerajaan untuk membawa uang kontan atau kartu kredit sehingga normal saja jika petugas perlindunganlah yang membayar semua keperluan," kata Wharfe.
   
"Ketika saya bekerja dengan mendiang Putri Diana, dalam beberapa kondisi, saya melakukan pekerjaan seperti memesan makanan di restoran sampai memesan kamar hotel," katanya.
   
Dana Pemerintah Inggris dan pembayar pajak yang diberikan kepada Pangeran Charles mencapai tiga juta poundsterling tahun lalu. Hal itu dikatakan Clarence House.
   
Penghasilan pribadi Pangeran Charles dari Duchy of Cornwall serta tanah juga bangunan yang terdiri dari pertanian, tempat tinggal, dan bangunan komersial, berjumlah 16,46 juta poundsterling, tahun lalu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Smartbook, Harga Lebih Murah Daripada Netbook

Dalam konferensi investor yang digelar Jumat (30/10) kemarin yang diselenggarakan di Taipei, boss ASUS, Jerry Shen, telah mengkonfirmasi bahwa sebuah device Smartbook akan diluncurkan di kuarter pertama 2010, dengan harga yang cukup murah yakni NTD6000 (USD184).  Shen mengatakan bahwa kategori Smartbook memiliki potensi pertumbuhan dan volume yang tinggi, dan inilah yang menjadi alasan ASUS untuk membuat Smartbook sebagai ‘senjata rahasia’, selain Eee PC. Shen menambahkan ketika berbicara dalam konferensi, bahwa pihaknya belum melihat market dari Smartbook. Shen menekankan bahwa inovasi, harga dan kecepatan yang kompetitif dari ASUS akan menjadi kunci yang akan diterima di banyak manufaktur dunia. Smartbook, eBook, ataupun product tablet telah menjadi subject inovasi internal dan brainstorming commitee yang akan dijalankan mulai 6 bulan ke depan dengan arah dan tujuan untuk menampilkan device Smartbook dalam event CeBIT dan Computex 2010. ASUS Smartbook ini dilengkapi dengan...

Berlian Akan Jadi Mas Kawin Nia Ramadhani

Jakarta Rencana pernikahan Nia ramadhani dengan anak pengusaha Aburizal Bakrie, Ardhie Bakrie sudah hampir matang. Berlian pun akan diberikan kepada Nia sebagai mas kawin. Wow! Ardhie tak tinci menjelaskan berapa nominal batu mulia itu. Namun kalung berlian akan bertengger di leher Nia saat dirinya menikah pada April 2010 mendatang. "Alhamdulillah saya sangat bahagia. Mas kawinya nanti kalung dan giwang berlian," kata Ardhie saat ditemui di kediaman ayah Nia di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2009) malam. Sama halnya dengan komentar keluarga Nia Ramadhani soal pernikahan yang terkesan mendadak. Kata Ardhie, rencana dirinya untuk menikahi Nia sudah direncanakan sejak lama. "Sudah matang," tegasnya. Ardhie meminta doa agar pernikahanya dengan bintang 'Suster Ngesot' itu bisa lancar. "Insya Allah Nia yang terbaik untuk saya," kata Ardhie. (ebi/ebi)

Kesultanan Samudra Pasai

Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 - 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 2...