Langsung ke konten utama

226 PNS BU Terancam Dicopot

Rabu, 14 Oktober 2009 01:26:55
Kirim-kirim Print version

Dikatakan Kepala BKPPD BU Drs. Lisam Tanawi, jika ada diantara 226 honorer yang belum juga melengkapi berkas hingga hari terakhir, pihaknya tidak segan-segan untuk membatalkan pengangkatan honorer tersebut.

Ia juga menerangkan, BKPPD tidak berhak menentukan sikap jika masih ada honorer yang belum melengkapi syarat. Pihaknya hanya memberi rekomendasi ke BKN sebagai gambaran untuk selanjutnya diambil keputusan.

“Kami tidak berhak memutuskan kebijakan, tapi bukan tidak mungkin status PNS akan dibatalkan. Makanan yang sudah dimakan saja bisa keluar lagi, apalagi Cuma status,” terang Lisam.

Kemarin, merupakan deadline terakhir proses kelengkapan berkas para honorer. Meski belum mengetahui pasti berapa jumlah yang telah melengkapi berkas dari 226 orang tersebut, namun hari ini BKPPD akan menyerahkan berkas tersebut ke BKN untuk segera ditindaklanjuti.

“Pokoknya besok kita akan serahkan berkas para honorer yang telah diserahkan kepada kita (BKPPD, red) ke BKN,” kata Lisam.

Terkait mencuatnya temuan honorer bermasalah dari BKN, Lisam lagi-lagi tak mengakuinya. Sebaliknya, temuan tersebut dianggap wajar.

“Itu cuma masalah kekurangan berkas saja, ya kita lengkapi. Itu hanya masalah biasa, bukan serius,” demikian Lisam.

Sekadar mengingatkan, sebanyak 226 eks honorer sempat ketar ketir usai turunnya temuan dari BKN. Isi temuan tersebut, terdapat pembayaran terputus sebanyak 10 orang, honorer non APBD sebanyak 113 orang, tidak adanya SPJ/SPB sebanyak 93 orang dan masalah lainnya sebanyak 10 orang.

Temuan ini langsung menuai tanggapan dari Forum Guru Honor (FGH) SMK se BU melalui ketuanya Jhoni Iswanto. FGH mencurigai adanya dugaan praktik kecurangan dalam pengangkatan honorer menjadi PNS tersebut. Pasalnya, setelah terjadi pengangkatan sejak tahun 2005, mengapa baru 2009 kekurangan berkas tersebut diketahui oleh pihak BKPPD, itupun setelah ada audit dari BKN.(qia)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Smartbook, Harga Lebih Murah Daripada Netbook

Dalam konferensi investor yang digelar Jumat (30/10) kemarin yang diselenggarakan di Taipei, boss ASUS, Jerry Shen, telah mengkonfirmasi bahwa sebuah device Smartbook akan diluncurkan di kuarter pertama 2010, dengan harga yang cukup murah yakni NTD6000 (USD184).  Shen mengatakan bahwa kategori Smartbook memiliki potensi pertumbuhan dan volume yang tinggi, dan inilah yang menjadi alasan ASUS untuk membuat Smartbook sebagai ‘senjata rahasia’, selain Eee PC. Shen menambahkan ketika berbicara dalam konferensi, bahwa pihaknya belum melihat market dari Smartbook. Shen menekankan bahwa inovasi, harga dan kecepatan yang kompetitif dari ASUS akan menjadi kunci yang akan diterima di banyak manufaktur dunia. Smartbook, eBook, ataupun product tablet telah menjadi subject inovasi internal dan brainstorming commitee yang akan dijalankan mulai 6 bulan ke depan dengan arah dan tujuan untuk menampilkan device Smartbook dalam event CeBIT dan Computex 2010. ASUS Smartbook ini dilengkapi dengan...

Berlian Akan Jadi Mas Kawin Nia Ramadhani

Jakarta Rencana pernikahan Nia ramadhani dengan anak pengusaha Aburizal Bakrie, Ardhie Bakrie sudah hampir matang. Berlian pun akan diberikan kepada Nia sebagai mas kawin. Wow! Ardhie tak tinci menjelaskan berapa nominal batu mulia itu. Namun kalung berlian akan bertengger di leher Nia saat dirinya menikah pada April 2010 mendatang. "Alhamdulillah saya sangat bahagia. Mas kawinya nanti kalung dan giwang berlian," kata Ardhie saat ditemui di kediaman ayah Nia di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2009) malam. Sama halnya dengan komentar keluarga Nia Ramadhani soal pernikahan yang terkesan mendadak. Kata Ardhie, rencana dirinya untuk menikahi Nia sudah direncanakan sejak lama. "Sudah matang," tegasnya. Ardhie meminta doa agar pernikahanya dengan bintang 'Suster Ngesot' itu bisa lancar. "Insya Allah Nia yang terbaik untuk saya," kata Ardhie. (ebi/ebi)

Kesultanan Samudra Pasai

Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 - 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 2...