Langsung ke konten utama

Konser "Glow" Picu Permusuhan Melly Goeslaw-KD?


JAKARTA, KOMPAS.com - Glow, konser tunggal Melly Goeslaw yang diproduksi oleh KD Production beberapa waktu lalu, dikabarkan telah menyisakan perkara antara Melly dengan Krisdayanti (KD).  KD disebut-sebut  tak membayar uang sebesar  Rp 200 juta yang menjadi hak Melly. Benarkah?

"Saya selalu mensupport mereka, kalau ada masalah tanya ke pihak mereka," tandas Melly usai menggelar acara Gabungan Artis dan Seniman Sunda, di Just Steak Mahakam, Kamis (15/10) malam.

Sementara Anto Hoed, suami Melly, saat dikonfirmasi mengenai hal itu, malah balik bertanya. "Dengar angka itu tahu dari siapa ya?"  ujar Anto.
Menurut Anto, dia dan Melly sudah tidak tahu menahu terkait sejumlah uang yang dikabarkan belum dibayar KD. "Saya juga enggak ngerti. Saya juga enggak pernah berurusan dengan keuangan," tekan Anto. "Itu yang pertama. Yang kedua, dari awal sejak kita di-hired, begitu selesai, sudah tidak ada lagi (urusan)," tandasnya.

Anto menegaskan bahwa hubungan dia, Melly dan KD  masih baik-baik saja, pasca-konser Glow yang diadakan di Tennis Indoor beberapa waktu lalu. Tak benar ada permusuhan usai konser tersebut. "Rasanya  keadaannya tidak begitu. Setelah pekerjaan selesai, selesai. Sekarang ada pekerjaan lagi," ketus Anto.

Ia juga membantah kabar yang menyebutkan bahwa KD tak diperkenankan menyanyikan lagu-lagu ciptaan Melly dan dirinya. "Jadi secara tegas diberitahukan lagu bisa dinyanyikan, selanjutnya yang mengatur adalah publisher bukan Melly," ujar Anto.

Kalaupun belakangan ini KD dikabarkan kerap membatasi diri, lanjut Anto, tidak ada kaitannya dengan digelarnya konser Glow. "Enggak tahu. Bukan urusan saya, itu urusan yang punya masalah kita enggak boleh ikut campur lah. Kita sudah tahu, jadi lebih baik enggak usah ikut campur. Diam saja artinya enggak ada apa-apa," pungkasnya. (C7-09)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASUS Smartbook, Harga Lebih Murah Daripada Netbook

Dalam konferensi investor yang digelar Jumat (30/10) kemarin yang diselenggarakan di Taipei, boss ASUS, Jerry Shen, telah mengkonfirmasi bahwa sebuah device Smartbook akan diluncurkan di kuarter pertama 2010, dengan harga yang cukup murah yakni NTD6000 (USD184).  Shen mengatakan bahwa kategori Smartbook memiliki potensi pertumbuhan dan volume yang tinggi, dan inilah yang menjadi alasan ASUS untuk membuat Smartbook sebagai ‘senjata rahasia’, selain Eee PC. Shen menambahkan ketika berbicara dalam konferensi, bahwa pihaknya belum melihat market dari Smartbook. Shen menekankan bahwa inovasi, harga dan kecepatan yang kompetitif dari ASUS akan menjadi kunci yang akan diterima di banyak manufaktur dunia. Smartbook, eBook, ataupun product tablet telah menjadi subject inovasi internal dan brainstorming commitee yang akan dijalankan mulai 6 bulan ke depan dengan arah dan tujuan untuk menampilkan device Smartbook dalam event CeBIT dan Computex 2010. ASUS Smartbook ini dilengkapi dengan...

Berlian Akan Jadi Mas Kawin Nia Ramadhani

Jakarta Rencana pernikahan Nia ramadhani dengan anak pengusaha Aburizal Bakrie, Ardhie Bakrie sudah hampir matang. Berlian pun akan diberikan kepada Nia sebagai mas kawin. Wow! Ardhie tak tinci menjelaskan berapa nominal batu mulia itu. Namun kalung berlian akan bertengger di leher Nia saat dirinya menikah pada April 2010 mendatang. "Alhamdulillah saya sangat bahagia. Mas kawinya nanti kalung dan giwang berlian," kata Ardhie saat ditemui di kediaman ayah Nia di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/10/2009) malam. Sama halnya dengan komentar keluarga Nia Ramadhani soal pernikahan yang terkesan mendadak. Kata Ardhie, rencana dirinya untuk menikahi Nia sudah direncanakan sejak lama. "Sudah matang," tegasnya. Ardhie meminta doa agar pernikahanya dengan bintang 'Suster Ngesot' itu bisa lancar. "Insya Allah Nia yang terbaik untuk saya," kata Ardhie. (ebi/ebi)

Kesultanan Samudra Pasai

Berdasarkan berita Marcopolo (th 1292) dan Ibnu Batutah (abad 13). Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai. Hal ini juga dibuktikan dengan adanya Batu nisan makam Sultan Malik Al Saleh (th 1297) Raja pertama Samudra Pasai. Kesultanan Samudera Pasai, juga dikenal dengan Samudera, Pasai, atau Samudera Darussalam, adalah kerajaan Islam yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar Kota Lhokseumawe, Aceh Utara sekarang. Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 - 1297). Makam Nahrasyiah Tri Ibnu Battutah, musafir Islam terkenal asal Maroko, mencatat hal yang sangat berkesan bagi dirinya saat mengunjungi sebuah kerajaan di pesisir pantai timur Sumatera sekitar tahun 1345 Masehi. Setelah berlayar selama 2...