Langsung ke konten utama

Cu Chi (1): Ribuan Orang Hidup di Bawah Tanah

Minggu, 11 Oktober 2009 | 07:48 WIB
HO CHI MINH, KOMPAS.com — Cu Chi amat dibanggakan orang Vietnam. Terowongan tikus ini menjadi simbol kejayaan dan kemenangan mereka atas Perancis, Pemerintah Vietnam Selatan, juga Amerika Serikat.

Tak ada senjata hebat yang dimiliki Vietnam semasa perang. Kunci terbesar kemenangan mereka justru ada pada terowongan tersebut. Ini juga menjadi simbol frustrasi dan kekalahan Amerika dalam perang Vietnam.

Cu Chi merupakan nama terowongan bawah tanah yang digali orang Vietnam semasa perang. Terowongan itu awalnya dibuat pada masa penjajahan Perancis. Perancis sendiri mulai menjajah Vietnam pada 1859. Pada 1941, mereka sempat menyingkir karena diusir Jepang. Namun, setelah kekalahan Jepang, Perancis kembali lagi. Sementara itu, Viet Minh (gerakan kemerdekaan) pimpinan Ho Chi Minh sudah menguasai Vietnam Utara dan melakukan perlawanan.

Perang ini sampai 1954. Semasa itu, Perancis yang menguasai Vietnam Selatan melakukan kerja paksa. "Rakyat Vietnam seperti menghadapi buah simalakama. Menuruti kerja paksa akhirnya mati, menolak juga mati. Tapi, mereka sebagian besar akhirnya memilih menolak dan sembunyi. Maka, dibuatlah terowongan untuk bersembunyi dari Perancis dan kerja paksa," ungkap Hung Tran yang ayahnya tentara Vietnam.

Setelah perang Viet Minh dan Perancis berakhir pada 1954, Amerika Serikat (AS) muncul. Mereka mendukung Perancis dan Pemerintah Vietnam Selatan yang republik. Maka, terowongan itu diperluas lagi oleh orang Vietnam, terutama yang prokomunis atau pemerintahan Vietnam Utara.

Perang lawan AS semakin panas. Terowongan itu pun terus diperpanjang sebagai markas dan benteng Vietnam pro-Hanoi (Viet Minh). Karena perang terus berlangsung, maka terowongan juga terus diperluas dan diperpanjang, terutama pada 1966-1968, sampai akhirnya mencapai 250 kilometer. Sungguh luar biasa. Apalagi, di dalamnya hidup sekitar 10.000 orang Vietnam, tentara, dan keluarganya. Sebab, hanya dengan demikian, mereka lebih aman dari kejaran AS.

Hebatnya, terowongan ini dibuat dengan cara manual, memakai alat-alat pertanian. Namun, hasilnya sangat luar biasa.

Terowongan ini tak hanya panjang, tetapi juga dirancang sangat bagus dan strategis. Berpusat di daerah Cu Chi, Hoj Non, sekitar 70 kilometer di luar Kota Ho Chi Minh (Saigon), Cu Chi memiliki tiga saf. Saf pertama bertinggi 3 meter, saf kedua 6 meter, dan saf ketiga 10 meter. Banyak area yang menjadi tempat tinggal. Untuk menghubungkannya, dibuat terowongan kecil yang hanya bisa dilewati secara jongkok oleh orang-orang kecil seperti orang Vietnam.

Di terowongan ini terdapat rumah sakit untuk merawat yang sakit, dapur, tempat sekolah, juga tempat membuat senjata. Tentara, wanita, dan anak-anak hidup di sini selama perang lawan AS.

Jangan harap mudah menemukan tempat ini. Kalaupun bisa, paling hanya sebagian dan akan kehilangan bagian lainnya. Sebab, terowongan ini dibuat dengan pintu masuk amat kecil, hanya cukup untuk ukuran orang Vietnam yang kecil. Memang ada pintu-pintu cukup besar, tetapi sangat tersembunyi dan dijaga ketat.

"Setiap sektor di terowongan dipimpin oleh empat orang. Mereka hanya menguasai sektornya saja. Dengan demikian, jika tertangkap, mereka tak bisa menjelaskan bagian lainnya. Hanya para pimpinan yang tahu detail peta terowongan bawah tanah itu," papar Hung.

Setiap ruang di terowongan itu juga hanya dihubungkan terowongan amat kecil. Hanya bisa dilewati dengan cara jongkok. Bagi orang Vietnam yang dulu kecil-kecil, ini amat mudah. Bagi tentara AS yang besar dan tinggi, mereka jelas kesulitan, bahkan tak bisa masuk.

AS amat kesulitan mencari dan mengatasi perlawanan Vietnam. Terowongan itu sering dibuat sampai ke bawah markas AS. Mereka muncul, senantiasa membuat teror. Oleh karena itu, tentara AS tak pernah dibuat aman.

Beberapa kali AS berusaha menemukan dan menghancurkan terowongan ini, tetapi tak pernah berhasil. Padahal, AS sampai mengeluarkan senjata-senjata berat berupa bom-bom besar.

"Terowongan ini dibuat dengan pertimbangan dan desain yang bagus. Mungkin AS bisa mengebom, tapi hanya bisa merusak lapisan atas. Lapisan lainnya tetap aman. Bahkan, AS pernah memasukkan zat kimia, tapi tetap saja gagal masuk ke bagian paling vital," ungkap Hung.

Maka, AS tak pernah sukses melawan Vietnam. Bahkan, beberapa kali mereka terjebak oleh senjata-senjata rahasia Vietnam yang sederhana, tetapi berdampak besar. Bahkan, tank-tank AS pun sering bisa dilumpuhkan.



Selama AS berada di Vietnam, Vietkong (orang Vietnam yang membela Vietnam Utara pro kemerdekaan) berada di terowongan itu, terutama Vietkong yang berada di Vietnam Selatan. Terowongan ini menjadi basis perlawanan terhadap AS. Jadi, AS harus menghadapi Vietkong dari terowongan, juga dari Vietnam Utara.

Satu-satunya jalan agar selamat memang tetap tinggal di terowongan itu. Adapun makan-minum dan kebutuhan lain disuplai oleh para Vietkong yang menyamar. Selain itu, jika malam hari, sebagian keluar mencari makanan dan mencari senjata. Mereka juga punya tempat kerja untuk membuat senjata-senjata sederhana.

Dari hari ke hari, Vietkong yang tinggal di terowongan itu makin banyak. Bahkan, puncaknya mencapai 10.000 orang, baik tentara gerilyawan, wanita, dan anak-anak. Terowongan itu juga dilengkapi lubang udara yang rapi dan bisa masuk secara menyeluruh. Sebagian lubang udara terdapat di gundukan tanah yang dibuat menyerupai sarang semut. Selain itu, lubang juga ada di bawah pohon-pohon yang tertutup akar.

Akhirnya, pada 1975, AS menyerah dan memutuskan kembali ke negaranya. Vietnam pun merdeka, dan Vietkong yang hidup di terowongan pun keluar merayakan kemenangan itu.

"Saya waktu itu baru berumur lima tahun. Tapi, saya masih ingat kemeriahan menyambut kemerdekaan itu. Waktu itu," ujar Hung.



Baru tahun 1975 itu pula Vietkong yang tinggal di bawah tanah keluar secara bebas. Artinya, mereka hidup di bawah tanah sekitar 20 tahun. Sebuah rekor luar biasa. Ini berkat desain Cu Chi yang sangat bagus dan mengagumkan.

Terowongan Cu Chi pun kini dirawat oleh Pemerintah Vietnam. Sebab, ini menjadi simbol kemenangan mereka atas AS, sekaligus simbol frustrasi dan kekalahan AS. Saat ini, Cu Chi justru menjadi obyek wisata yang menarik. (Hery Prasetyo)

Catatan: Cerita berikutnya tentang ibu yang terpaksa membunuh anaknya sendiri karena kedatangan tentara Amerika Serikat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Memotret Landscape Agar Lebih Baik

Terlepas jika Anda pemula di dunia fotografi atau sudah berpengalaman, bagi banyak dari kita, cinta pertama kami adalah fotografi landscape. Ada sesuatu yang sangat ajaib tentang foto landscape sempurna dibuat yang tidak bisa tidak menarik perhatian seseorang. Di sisi lain lensa, memotret alam tidak hanya memberikan kita kesempatan tak terbatas untuk gambar yang menakjubkan, tetapi juga berfungsi sebagai cara yang bagus untuk menantang diri kita sebagai fotografer. menangkap-baik-lanskap-1 foto oleh Nathan McCreery. Setiap saat, unsur-unsur dalam alam bisa berubah, yang secara drastis dapat mempengaruhi hasil foto. Sementara fotografi landscape yang bagus mungkin tampak sulit untuk dikuasai, tapi tidak menakutkan seperti yang Anda mungkin pikir. Dalam tutorial fotografi landscape ini, saya telah mengumpulkan daftar teknik dan tips yang pasti akan membantu Anda belajar bagaimana untuk mengambil foto pemandangan yang menakjubkan. Carilah elemen latar depan yang bagus untuk memaksi...

HARGA MOBIL 2017

2 Honda Brio Honda Brio 7564 mobil bekas 1999-2017 Otomatis,Manual,Dual Clutch,Tiptronic Bensin,Solar,Hybrid,Lainnya,Bensin (Pertamax),Bensin (Premium) Perubahan Terakhir: 14 Dec, 2017 Bekas : Rp 70.000.000 - Baru : Rp 131.500.000 - (3773 harga) 4.2(23) Honda wagon/hatchback 3 Toyota Avanza / Veloz Toyota Avanza / Veloz 25909 mobil bekas 1973-2017 Otomatis,Manual,Dual Clutch,Tiptronic Bensin,Solar,Hybrid,Lainnya,Bensin (Pertamax),Bensin (Premium) Perubahan Terakhir: 14 Dec, 2017 Bekas : Rp 65.000.000 - Baru : Rp 189.700.000 - (15413 harga) 4.1(67) Toyota MPV 4 Daihatsu Ayla Daihatsu Ayla 5459 mobil bekas 2001-2017 Otomatis,Manual,Dual Clutch,Tiptronic Bensin,Hybrid,Lainnya,Bensin (Pertamax),Bensin (Premium) Perubahan Terakhir: 13 Dec, 2017 Bekas : Rp 64.500.000 - Baru : Rp 125.250.000 - (2770 harga) 4.0(25) Daihatsu mini 5 Toyota Vios / Limo Toyot...

Separuh Ibu Separuh Ayah (1)

minggu, 10 Oktober 2009 | 19:08 WIB Satu hari di acara pertemuan warga Indonesia saya berkenalan dengan seorang wanita yang baru saja pindah menetap ke kota saya di Montpellier. Wanita ini -sebutlah Ema- ternyata pindah kota  karena sedang dalam tahap proses perceraian dengan suaminya orang Perancis. Mungkin karena sedang banyak pikiran, segala unek-uneknya begitu saja mengalir deras terserap masuk dalam otak saya. Kasihan. Itu yang melintas di benak saya. Nasib teman baru saya ini sebenarnya bukan yang pertama kali saya dengar. Begini sebagian kata yang diungkapkannya sambil bercucuran air mata: “Sekarang dalam proses cerai kaya gini, aku kesusahan Mbak, karena anak-anak warga negaranya kan ikut papanya. Nah, kalau sudah cerai ya mau ngapain coba aku hidup di sini? Kerja enggak bisa, paling ngandelin tunjangan dari bekas suami! Mau pulang enggak bisa. Jadi, terpaksalah aku tinggal di Perancis, karena kalo enggak aku akan kesusahan toh! Aku bisa kehilangan anak-anakku. Tapi M...